Kamis, 25 Oktober 2012

Serangga Air

http://www.anneahira.com/images/serangga-air.jpg

Menurut Jana et al (2009), Di daerah tropis Asia tenggara, studi tentang aquatic insects  telah di lakukan oleh Ulmer, tetapi investigasi yang telah dilakukan terbatas pada deskripsi taksonomi atau studi faunistic dari beberapa grup serangga air seperti Ephemeroptera, Plecoptera, dan Trichoptera. Sekitar 45000 spesies serangga di seluruh dunia telah diketahui mendiami beragam jenis ekosistem air tawar. Mereka merupakan komponen penting  dari jaringan makanan  di ekosistem air. Mereka juga termasuk indikator ekosistem air yang sangat dipercaya. Serangga dengan kelimpahan dan keragaman mereka mendominasi ekosistem air tawar.
 


               Serangga air merupakan kelompok arthropoda yang sebagian hidupnya berada di kolom air.  Mereka sangat penting dan dimana mereka ditemukan distu terdapat tujuanya; beberapa sebagai makanan ikan dan invertebrata lain dan sebagian dapat menyalurkan patogen pada manusia dan hewan. Yang paling penting, serangga air merupakan indikator yang baik bagi kualitas air selama mereka memiliki variasi level toleransi kerusakan lingkungan. Beberapa dari mereka sensitif pada polusi sedangkan yang lain dapat hidup dan berkembang biak air yang terganggu dan sangat terkena polusi (Popoola dan A. Otalekor, 2011).
 
            Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki kekayaan jenis flora dan fauna yang sangat tinggi (mega biodiversity). Hal ini disebabkan karena Indonesia terletak di kawasan tropik yang mempunyai iklim yang stabil dan secara geografi adalah negara kepulauan yang terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia (Primack et al., 1998 dalam Shahabudin et al, 2005). Salah satu keanekaragaman hayati yang dapat dibanggakan Indonesia adalah serangga, dengan jumlah 250.000 jenis atau sekitar 15% dari jumlah jenis biota utama yang diketahui di Indonesia (Bappenas, 1993 dalam Shahabudin et al, 2005).
 
            Serangga air merupakan 3-5 % dari keseluruhan spesies serangga, tetapi memiliki sistem taksonomi yang sangat beragam. Beberapa ordo serangga seperti Ephemeroptera, Odonata, Plecoptera, Megaloptera, Neuroptera, Coleoptera, Diptera, Lepidoptera, Trichoptera, Hemiptera, Orthoptera, dan Hymenoptera merupakan serangga yang sebagian dari sikus hidupnya tinggal di air. Habitat air tawar dari mulai genangan, sungai, danau dapat dijadikan rumah bagi beragam spesies serangga air. Hampir tidak ada atau tidak ditemukan serangga yang berasosiasi dengan lingkungan laut. Keragaman serangga di daerah lentic water cenderung untuk meningkatkan jumlah nutrisi. Air yang kaya nutrisi diketahui pada daerah eutrophic dan daerah yang sedikit nutrisi disebut oligotrophic. Serangga air paling banyak ditemukan di zona litoral. Ini merupakan daerah dangkal dimana cahaya dapat menembus sampai dasar. Serangga air penting untuk beberapa alasan. 
 
Pada industri pemancingan banyak pancingan yang didesain mirip dengan serangga air. Serangga air sangat penting dalam urutan rantai makanan. Mereka mengonsumsi invertebrata air lain, ikan kecil, tanaman air, alga, detritus, dan zat yang busuk. Serangga air juga merupakan sumber makanan dari burung, ikan, reptil, dan amfibi. Beberapa serangga air dari ordo diptera seperti nyamuk, agas (gnats), blackflies, biting midges menggigit binatang peliharaan, manusia dan hewan lain. Beberapa diptera seperti nyamuk juga sebgai perantara penakit yaitu malaria, encephalitis, dan penakit demam kuning. Odonata dewasa dapat mengurangi populasi nyamuk dewasa dan kumbang air serta beberapa serangga air dan membantu mengurangi populasi nyamuk dengan memangsa larva mereka.

LinkWithin