Jumat, 26 Oktober 2012

Alasan Serangga Air Bisa Berjalan Di Air

http://kfk.kompas.com/image/preview/aW1hZ2VzL3Nma19waG90b3Mvc2ZrX3Bob3Rvc18xMzI5MjE5OTAzX0haS2dsVXZrLmpwZw%3D%3D.jpg
 
Terdapat beberapa spesies serangga kecil yang diketahui dapat berjalan di atas air atau yang lebih dikenal dengan istilah "water strider" (untuk selanjutnya, Berbagai hal akan menyebut dengan "serangga" saja). Meskipun permukaan air tampak terlihat datar oleh mata manusia, untuk makhluk kecil seperti serangga, air akan tampak seperti sebuah "dinding" yang cukup besar. Dinding ini diciptakan oleh apa yang disebut dengan tegangan permukaan air. Untuk berjalan di atas air, yang serangga perlukan hanyalah menaiki dinding ini. Namun, untuk menaiki dinding tersebut, diperlukan struktur kaki yang sangat khusus yang hanya dimiliki oleh serangga ini.

Kemampuan serangga untuk berjalan di atas air adalah kemampuan yang dikembangkan oleh serangga untuk mencari lahan untuk bertelur atau untuk menghindari pemangsa. Dahulu, awalnya para ilmuwan mengira bahwa kemampuan serangga untuk mengapung di atas air ini tampaknya hanya disebabkan oleh karena adanya bahan seperti lilin yang dikeluarkan oleh kaki serangga dan dikombinasikan dengan tegangan permukaan air. Namun, kini para ilmuwan akhirnya telah menemukan bagaimana cara serangga kecil ini berjalan di atas permukaan air yang sebenarnya.

Gambar mikroskopis dari kaki serangga mengungkapkan bahwa serangga memiliki rambut halus yang sangat kecil, yang disebut "microsetae". Rambut tersebut merupakan rambut yang tersusun menuju pada satu arah dan terdiri dari beberapa lapisan. Microsetae yang berbentuk seperti jarum ini memiliki ukuran diameter kurang dari 3 mikrometer, bandingkan dengan diameter rambut manusia yang dapat mencapai 80-100 mikrometer. Selain microsetae, pada kaki serangga juga terdapat lekukan-lekukan yang berukuran lebih kecil lagi.

Struktur kaki yang seperti ini akan memberikan efek hidrofobik (menolak air) yang sangat kuat dan dapat menahan beban serangga ketika mengambang di atas air. Sehingga para ilmuwan menyebut kaki serangga ini dengan sebutan superhidrofobik. Karena rapatnya lapisan-lapisan microsetae serta lekukan-lekukan yang ada, udara akan terperangkap. Udara yang terjebak dalam ruang yang terdapat antara microsetae dan lekukan yang berukuran nano tersebut akan membentuk semacam bantalan udara, yang mencegah kaki serangga basah oleh air. Selain itu, dengan struktur kaki seperti ini, serangga juga dapat menahan beban sebesar 15 kali berat tubuhnya tanpa tenggelam.
 
Serangga juga tampak selalu bergerak maju dan mundur ketika mengapung. Hal ini dilakukannya untuk menghindari tubuhnya terendam di dalam air. Karena, serangga tersebut melayang-layang di atas air dengan menggunakan kaki mereka seperti dayung. Dan sangat penting bahwa kaki serangga ini tidak basah, karena untuk menghindari kaki mereka menembus tegangan permukaan air selama mereka sedang "mendayung". Jika kaki mereka secara tidak sengaja jatuh melalui permukaan air, mereka harus menghasilkan kekuatan sepuluh kali dari berat badan mereka untuk kembali lagi ke permukaan.

Serangga ini juga dikenali karena gerakannya yang cepat, ia dapat mencapai kecepatan 1,5 m/s, kecepatan yang sangat tinggi mengingat ukuran tubuhnya yang relatif kecil. Untuk bergerak, serangga ini akan menekan permukaan air dengan pasangan kaki tengahnya tanpa menembus permukaan air, lalu membentuk cekungan di permukaan air. Cekungan ini cukup dalam untuk mendorong tubuh serangga ke depan dan membuat serangga ini melesat dengan kecepatan yang cukup tinggi.

LinkWithin