Senin, 10 Juni 2013

Festival Kuliner London Suguhkan Serangga


Surga SeranggaBagaimana jika belalang menjadi menu makan malam Anda? Festival kuliner yang rencananya diadakan bulan depan di London ini akan mengkampanyekan menu berbahan serangga. 

Festival 2013, yang disponsori oleh Wellcome Trust, bertujuan mendapatkan serangga dari menu percobaan gastronomi dan akan disalurkan ke rak-rak supermarket. Ide ini bukan ingin menampilkan sesuatu yang seram, tetapi bagaimana serangga menjadi hidangan nikmat yang memiliki nilai gizi serta mengundang selera konsumen.

Festival ini akan menampilkan sebuah restoran terkenal dari Nordic Food Lab, sebuah organisasi non-profit yang didirikan pada 2008 oleh Rene Redzepi. Redzepi adalah koki kepala Noma Restaurant di Denmark, yang telah dikenal sebagai restoran terbaik dunia selama tiga kali berturut-turut, seperti dilansirTIME, Rabu, (06/03/2013).

Serangga memang bukan menu yang biasa di Eropa, meskipun serangga merupakan hewan bergizi dan menjadi menu masakan yang ramah bagi beberapa kebudayaan di dunia. Di kawasan Asia-Afrika, serangga banyak dikonsumsi sebagai alternatif sumber protein.

Kampanye global untuk mempromosikan hidangan berbasis serangga sebenarnya telah ada. Pada 2011, Orgnasisasi Pangan dan Pertanian PBB memberikan pendanaan bagi pertanian serangga di Asia dan Afrika. Sementara, tahun lalu di Noma, London Claridge Hotel, menyajikan hidangan semut hidup disajikan dengan crème fraiche sebagai hidangan makan siang seharga USD306. Menurut situs Bloomberg, semut terasa dingin dan seperti sereh ketika cairan dari semut atau disebut jus meledak di mulut.

London bukanlah satu-satunya kota di Eropa yang mulai jatuh cinta dengan hidangan serangga. Menurut Wall Street Journal, tiga perusahaan Belanda telah mendirikan lini produksi khusus untuk meningkatkan produksi ulat yang akan dikonsumsi manusia. Selain itu, beberapa restoran di Belanda sudah memiliki serangga di menu mereka.

LinkWithin